Minggu, 04 Desember 2011

MINI RESEARCH IDENTIFIKASI MATERI AJAR DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) TEKNOLOGI (AUDIO VIDEO) PADA PEMBELAJARAN KIMIA KELAS XI AV DENGAN PERMASALAHANNYA DI SMK NEGERI 2 TEBING TINGGI TAHUN AJARAN 2010/2011


IDENTIFIKASI MATERI AJAR DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) TEKNOLOGI (AUDIO VIDEO) PADA PEMBELAJARAN KIMIA KELAS XI AV DENGAN PERMASALAHANNYA DI SMK NEGERI 2 TEBING TINGGI TAHUN AJARAN 2010/2011

OLEH :

AGUSTINA SARIWAHYUNI
NIM.  8106142003

 








Diajukan Untuk Memenuhi Tugas  Mata kuliah
Analisis Materi Ajar Kimia Sekolah Lanjutan dan Menengah
Nama Dosen                                    : Dr. Ramlan Silaban, M. Si

PRODI MAGISTER PENDIDIKAN KIMIA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2010


ABSTRAK
 IDENTIFIKASI MATERI AJAR DAN PEMBELAJARAN KIMIA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) AUDIO VIDEO ( AV ) KELAS XI AV DAN PERMASALAHANNYA DI SMK NEGERI 2 TEBING TINGGI TAHUN AJARAN 2010/2011
Oleh : AGUSTINA SARIWAHYUNI
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memaparkan materi ajar dan pembelajaran Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi yang diajarkan guru kepada siswa dengan melihat kurikulum, silabus, dan penerapannya dalam perangkat pembelajaran guru Kimia dan proses belajar mengajar / pembelajaran Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi yang meliputi peninjauan pada strategi dan metode mengajar guru, kompetensi guru, media pembelajaran yang dipergunakan, dan sarana prasarana sekolah terutama yang memiliki korelasi langsung untuk peningkatan hasil belajar Kimia seperti buku-buku atau literatur Kimia di perpustakaan, alat-alat dan zat-zat Kimia di laboratorium Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi.Kesesuaian antara kurikulum dan silabus dengan perangkat pembelajaran guru dan  penerapannya sangat berpengaruh terhadap kualitas dari hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi Jl. Gunung Leuser Kec.Rambutan Kota.Tebing Tinggi pada tanggal 29 Juli 2010. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi jurusan Audio Video di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi tahun ajaran 2010/2011, dan sampel penelitian ini diambil secara random sampling/acak dan diperoleh kelas XI.Penelitian ini bersifat penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini,penulis melakukan penelitian langsung bersumber dari siswa, para guru mata pelajaran Kimia, kepala sekolah, dan para wakil kepala sekolah. Adapun siswa yang terlibat secara langsung adalah siswa kelas XI AV. Penulis juga membagikan angket kepada siswa, mengumpulkan perangkat pembelajaran para guru, silabus dan kurikulum Kimia SMK yang diperlukan, dan melakukan wawancara pada para guru kimia, kepala sekolah, dan para wakil kepala sekolah. Dari pengolahan data diperoleh adanya kesesuaian antara kurikulum dan silabus dengan perangkat pembelajaran guru dan penerapannya dalam pembelajaran di kelas. Hal ini dapat terlihat dari kesesuaian antara indikator pencapaian dengan evaluasi dalam pembelajaran  yang dilakukan oleh guru Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi untuk meningkatkan hasil belajar Kimia siswa di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi.








A.   PENDAHULUAN
            Pertumbuhan dan perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dimasyarakat dewasa ini menyebabkan kecenderungan akan kebutuhan semakin kompleks, salah satu kebutuhan yang  dianggap sangat penting saat ini adalah kebutuhan akan alat-alat elektronik,  service alat-alat elektonik tersebut, sumber daya manusianya / teknisinya,  dan masih banyak lagi hal-hal yang berkenaan dengan alat-alat elektronik tersebut. Dalam era globalisasi sekarang ini, alat-alat elektronik memegang peranan penting diberbagai bidang, seperti: Televisi, TV LCD,  VCD/DVD player, bahkan Home theater, Tape recorder, Radio, i-pod, Walk man, Hand phone, Handycam, Kamera digital, dan lain-lain. Bahkan sepertinya telah menjadi kebutuhan pokok di zaman yang kian berkembang pesat ini.Untuk mencapai visi dan misi pengadaan dan pengembangan upaya pemenuhan akan kebutuhan tersebut terutama penambahan kuantitas dan peningkatan kualitas keterampilan dan pengetahuan teknisi elektronik di Indonesia, maka Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Pendidikan menggalakkan pengembangan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)  melalui pembentukan dan pembangunan unit-unit SMK baru, penambahan kuota untuk siswa SMK  dan mengadakan sosialisasi dunia SMK kepada masyarakat luas, mulai dari iklan layanan masyarakat di media cetak maupun media elektronik,dengan slogan “SMK,bisa!”. Hal ini juga untuk menepiskan asumsi yang berkembang dimasyarakat, bahwa SMK adalah orang-orang yang dinomor duakan, sehingga kebanyakan orang enggan mendaftarkan anaknya ke SMK.
            SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) adalah salah satu penghasil tenaga kerja yang terampil untuk kategori tingkatan menengah, dimana unsur penyelenggara pendidikan pada tingkatan ini, dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas penyelenggaranya sebagai upaya memaksimalkan kualitas pendidikan yang berada dibawah pengelolaan langsung dan tanggungjawabnya secara langsung ataupun tidak langsung, untuk membekali para lulusan dengan kualifikasi keahlian yang berstandar dan diakui secara luas, serta memiliki wawasan yang baik, bersikap dan berprilaku sesuai dengan tuntutan dan tantangan kebutuhan pasar kerja / dunia kerja.
            Untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja tersebut, maka para alumni SMK diharapkan telah professional akan jurusan yang ditekuninya. Salah satu upaya untuk memenuhi hal tersebut maka pihak SMK, terutama para guru harus menyusun perangkat pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan Pemerintah dan silabus,tentu saja agar lebih fleksibel dan sesuai dengan kriteria KTSP disusun berdasarkan keadaan sekolah dan daerah tersebut.
            Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan(Muslich,2003). KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan /sekolah.KTSP disusun dalam rangka memenuhi amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun. 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah  Republik Indonesia No. 19 Tahun. 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan. KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004 / KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). KTSP bertujuan untuk memberdayakan daerah dan sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengelola serta menilai pembelajaran sesuai dengan kondisi dan aspirasi daerah dan sekolah tersebut.
            Sedangkan Silabus didefenisikan sebagai garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi dari materi pelajaran(Salim,1987). Istilah silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD).
            Pengembangan kesesuaian bahan ajar Kimia terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan, yang terdiri atas: standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana serta pengelolaan pembiayaan dan penilaian hasil pendidikan.
            Dalam mini riset ini, penulis ingin mengidentifikasi dan memaparkan materi ajar Kimia dan pembelajaran Kimia Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknologi  jurusan Audio Video (AV)  dengan berpatokan kepada kurikulum dan silabus lalu peninjauan langsung ke lapangan untuk meningkatkan mutu pendidikan serta permasalahan-permasalahan pembelajaran di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi,dimana kesesuaian bahan ajar ini sangat mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa.Adapun masalah pembelajaran Kimia meliputi : strategi dan metode belajar mengajar Kimia, media pembelajaran yang dipergunakan oleh guru Kimia,kompetensi guru Kimia,dan sarana prasarana atau fasilitas SMK Negeri 2 Tebing Tinggi.
      Untuk memenuhinya maka guru merupakan komponen paling penting dalam menentukan sistem pendidikan secara keseluruhan yang harus mendapat perhatian sentral,pertama dan utama.Guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik terutama dalam kaitannya dengan Proses Belajar Mengajar (PBM).Dengan kata lain, perbaikan kualitas pendidikan harus berpangkal pada guru dan berujung pada guru pula( Sihombing.B,2009 ).

B.   METODE PENELITIAN
       Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi, yang beralamat di Jln. Gunung Leuser Kec.Rambutan Kota. Tebing Tinggi.Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 juli 2010 di kelas XI AV semester ganjil Tahun Ajaran 2010/2011.Dimana penelitian ini bersifat penelitian deskriptif.
       Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMK Negeri 2 Tebing Tinggi Jurusan Audio Video (AV),yang terdiri atas 3 kelas yakni:
-          Kelas   X   (1 rombongan belajar),  berjumlah                       : 40  orang
-          Kelas   XI  (1 rombongan belajar),  berjumlah                       : 32  orang
-          Kelas   XII  (1 rombongan belajar),  berjumlah                      : 32  orang
Sampel dalam penelitian ini ditentukan secara acak (Simple Random Sampling).Salah satu cara pengambilan sampel dari populasi dengan cara simple random sampling adalah dengan undian. (Husaini,2000).Sampel penelitian diambil dari populasi secara acak yakni kelas XI AV, sebanyak 32 siswa.
Adapun prosedur penelitian dilakukan langsung oleh penulis sendiri,yang langsung bersumber dari wawancara penulis dengan para guru Kimia,kepala sekolah,para wakil kepala sekolah di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi,lalu mengumpulkan perangkat pembelajaran para guru Kimia,kurikulum dan silabus mata pelajaran Kimia dari para guru Kimia SMK Negeri 2 Tebing Tinggi.Penulis juga membagikan angket kepada siswa-siswi kelas XI AV  tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 32 orang.

C.   HASIL DAN PEMBAHASAN
Adapun hasil-hasil dari mini riset yang telah dilakukan penulis mengenai materi ajar dan pembelajaran di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi adalah:
1.    Lingkupan Materi Ajar Kimia SMK Negeri 2 Tebing Tinggi Kelas XI Jurusan Audio Video (AV)
       Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang telah dirumuskan dalam kurikulum dan silabus standar oleh Badan Standar Nasional Pendidikan menjadi arah dan landasan untuk memgembangkan materi pokok,kegiatan pembelajaran,dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
       Adapun Standart Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk Kelas XI Jurusan Audio Video (AV) adalah sbb:
SEMESTER
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
GANJIL
7.Memahami konsep larutan
7.1.Mengidentifikasi dan mengklasifikasi berbagai   larutan


7.2.Memahami sifat koligatif larutan


7.3.Mendeskripsikan teori asam basa dengan menentukan sifat dan menghitung pH larutan


7.4.Menentukan hidrolisis garam,kelarutan,dan hasil kali kelarutan


7.5.Menggunakan satuan konsentrasi dalam membuat larutan

8.Memahami konsep larutan elektrolit dan elektrokimia
8.1.Membedakan larutan elektrolit dan non eletrolit


8.2.Menerapkan konsep redoks dalam elektrokimia
GENAP
9.Menentukan perubahan entalphi berdasarkan konsep termokimia
9.1.Menjelaskan entalphi dan perubahan entalphi


9.2.Menentukan perubahan entalphi reaksi


9.3.Menentukan kalor pembakaran berbagai bahan bakar

10.Memahami konsep kesetimbangan reaksi
10.1.Menguasai reaksi kesetimbangan


10.2.Menguasai faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan


10.3.Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan

11.Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
11.1.Menentukan laju reaksi dan orde reaksi


11.2.Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

       Adapun indikator pencapaian kelas XI jurusan AV (Audio Video) yang disusun oleh team teaching chemistry teacher SMK Negeri 2 Tebing Tinggi adalah:
7.1.1. Siswa dapat menjelaskan pengertian dan jenis-jenis larutan
7.1.2. Siswa dapat menghitung molaritas larutan
7.1.3. Siswa dapat menghitung molalitas larutan
7.1.4. Siswa dapat menghitung fraksi mol larutan
7.2.1. Siswa dapat memberikan informasi tentang pengertian sifat koligatif
7.2.2. Siswa dapat menjelaskan pengaruh zat terlarut terhadap tekanan uap pelarut
7.2.3. Siswa dapat menjelaskan pengaruh zat terlarut terhadap kenaikan titik didih larutan
7.2.4. Siswa dapat menjelaskan pengaruh zat terlarut terhadap penurunan titik beku larutan
7.2.5. Siswa dapat menjelaskan pengaruh zat terlarut terhadap tekanan osmotik larutan
7.2.6. Siswa dapat menjelaskan perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan non elektrolit
7.3.1. Siswa dapat mendeskripsikan teori asam basa Arrhenius
7.3.2. Siswa dapat mendeskripsikan kekuatan asam dan basa berdasarkan kemampuan ionisasinya (derajat ionisasi)
7.3.3. Siswa dapat menghitung konsentrasi ion H+ dan ion OH- dari asam lemah, asam kuat, basa           lemah, dan basa kuat
7.3.4. Siswa dapat menghubungkan kekuatan asam dan basa dengan pH
7.3.5. Siswa dapat menjelaskan pengertian larutan penyangga
7.3.6. Siswa dapat menghitung pH atau pOH larutan penyangga setelah merumuskan H+ dan OH- suatu larutan penyangga
7.4.1. Siswa dapat menjelaskan pengertian hidrolisis garam
7.4.2. Siswa dapat mendeskripsikan ciri-ciri beberapa jenis garam yang dapat terhidrolisis dalam                    air
7.4.3. Siswa dapat menyatakan hubungan antara tetepan hidrolisis (Kh), tetapan ionisasi air            (Kw), dan konsentrasi  H+ atau OH- larutan garam yang terhidrolisis
7.4.4. Siswa dapat menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis
7.4.5. Siswa dapat menjelaskan larutan jenuh atau larutan garam yang sukar larut
7.4.6. Siswa dapat menghubungkan tetapan hasil kali kelarutan dengan tingkat kelarutan
7.4.7. Siswa dapat menghitung harga kelarutan berdasarkan Ksp nya
7.4.8. Siswa dapat menentukan harga Ksp berdasarkan harga kelarutan
7.5.1. Siswa dapat menjelaskan pengertian konsentrasi
7.5.2. Siswa dapat mendeskripsikan dengan benar satuan konsentrasi larutan
7.5.3. Siswa dapat membuat larutan dengan baik
7.5.4. Siswa dapat menjelaskan konsep titrasi asam dan basa
7.5.5. Siswa dapat mendeskripsikan hubungan antara molaritas dengan normalitas
7.5.6. Siswa dapat menghitung titik ekivalen pada titrasi asam dan basa
8.1.1. Siswa dapat menjelaskan pengertian elektrolit dan non elektrolit berdasarkan kemampuan  ionisasinya
8.1.2. Siswa dapat menjelaskan jenis-jenis larutan elektrolit berdasarkan daya hantar listriknya
8.1.3. Siswa dapat menjelaskan penyebab sifat daya hantar larutan elektrolit
8.1.4. Siswa dapat menjelaskan proses elektrokimia pada reaksi spontan
8.1.5. Siswa dapat menjelaskan pengertian sel elektrokimia sebagai perangkat percobaan
8.1.6. Siswa dapat menjelaskan dan menggambarkan sel elektrokimia dengan larutan elektrolit,  elektrodanya yang dihubungkan dengan jembatan garam

2.    Identifikasi Materi Ajar Kimia SMK Negeri 2 Tebing Tinggi Kelas XI Jurusan Audio Video (AV)  tahun ajaran 2010/2011
       Mata pelajaran merupakan materi / bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan diajarkan kepada para peserta didik sebagai beban belajar melalui metode dan pendekatan tertentu. Beban belajar pada mata pelajaran  ditentukan oleh keluasan dan kedalaman pada masing-masing tingkat satuan pendidikan. Metode dan pendekatan pada mata pelajaran bergantung pada ciri khas dan karakteristik masing-masing mata pelajaran yang bergantung pada penyesuaian kondisi yang tersedia di sekolah tersebut.
       Di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi,mata pelajaran Kimia di kelas XI jurusan Audio Video (AV)  diberikan 2 jam pelajaran/minggu. Mata pelajaran Kimia adalah merupakan salah satu bahan ajar yang dikelompokkan kedalam golongan program adaptif, dimana dalam hal ini siswa mengikuti pelajaran Kimia, dituntut tidak hanya memahami dan menguasai apa dan bagaimana suatu pekerjaan dilakukan tetapi juga memberikan pemahaman dan penguasaan tentang mengapa hal tersebut dilakukan, sehingga siswa menjadi lebih kreatif. Bahkan selain pelajaran Kimia, di kelas XI AV SMK Negeri 2 Tebing Tinggi juga mempelajari mata pelajaran Fisika (2 jam pelajaran/minggu) dan mata pelajaran IPA (1 jam pelajaran/minggu), yang berdiri sendiri. Namun tidak ada mata pelajaran Biologi karena telah terintegrasi dalam mata pelajaran IPA.
       Program adaptif pembelajaran Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi telah disesuaikan dengan kurikulum dan silabus Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Dan dapat tercapai sepenuhnya karena program ini telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi, sarana dan prasarana, juga daya dukung yang ada di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi.
       Siswa memakai buku pegangan tetap untuk mata pelajaran Kimia dari perpustakaan SMK Negeri 2 Tebing Tinggi, yang dipinjamkan secara cuma-cuma selama 1 tahun yakni buku Kimia SMK Kelas XI untuk kelompok teknologi, kesehatan, dan pertanian  karangan Farhan Fuadi Muslim penerbit Grafindo Media Pratama (berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar 2006).
3.    Identifikasi Pembelajaran di  SMK Negeri 2 Tebing Tinggi
       Hal ini meliputi : strategi dan metode belajar mengajar Kimia, media pembelajaran yang dipergunakan oleh guru Kimia, kompetensi guru Kimia, dan sarana prasarana atau fasilitas SMK Negeri 2 Tebing Tinggi.
3.1 Strategi dan metode belajar mengajar Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi
       Dari hasil wawancara penulis dengan para guru Kimia, dan penelusuran penulis setelah mengumpulkan perangkat pembelajaran para guru diperoleh sebagai berikut: selain menggunakan metode ceramah, guru juga menggunakan beberapa metode tanya jawab / responsi, metode kerja kelompok dan diskusi, metode demonstrasi, metode eksperimen, metode latihan, metode pemberian tugas, bahkan di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi juga mengadakan metode karya wisata setiap tahunnya ke tempat-tempat tertentu seperti ke PT Panasonic Gobel Indonesia Jakarta untuk jurusan AV / Audio Video, PT INALUM Cabang Paritohan untuk melihat langsung PLTA Sigura-gura dan terowongan bawah laut   untuk jurusan TITL / Teknik Instalasi Tenaga Listrik, ke PT INALUM Cabang Kuala Tanjung untuk melihat pengolahan alumunium secara langsung dan khususnya untuk melihat langsung pengamatan/analisis data keadaan pot melalui komputer untuk jurusan RPL/Rangkaian Perangkat Lunak, TKJ/Teknik Komputer Jaringan, MO/Mekanik Otomotif untuk pengelolaan bus, truk, dan for klift. Survey langsung ke lapangan PLN cabang Tebing Tinggi dan perusahaan terdekat baik di kota Tebing Tinggi,dan Tanjung Morawa sekitarnya.
3.2 Media pembelajaran yang dipergunakan oleh guru Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi
       Media pembelajaran yang sering dipergunakan oleh para guru Kimia untuk pembelajaran adalah tabel periodik unsur, peta konsep pokok bahasan, tabel ion-ion, foto-foto unsur dan senyawa di alam, bahan-bahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari seperti asam cuka, jeruk nipis, air baterai, sabun, sampo, obat magh, air abu, kunyit, bunga kembang sepatu, manggis, alat uji elektrolit yang dirakit sendiri, molymod, kartu pembelajaran, TTS Kimia, dan lain-lain. Hal ini disesuaikan pada kebutuhan pokok bahasan yang akan disampaikan oleh guru sesuai kurikulum yang ada.
3.3 Kompetensi guru Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi
            Menurut Sri Esti Djiwandono (2002), ada 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yakni :
-          Memiliki pengetahuan tentang teori belajar dan tingkah laku manusia
-          Menunjukkan sikap dalam membantu siswa belajar dan memupuk hubungan dengan manusia lain secara tulus
-          Menguasai mata pelajaran yang diajarkan
-          Mengontrol keterampilan teknik mengajar sehingga memudahkan siswa belajar
Guru mata pelajaran Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi berjumlah 4 (empat) orang,dan semuanya wanita.Seluruhnya telah PNS (Pegawai Negeri Sipil), bahkan 2 (dua) diantaranya telah berpredikat sebagai guru yang telah bersertifikasi. Keempat guru Kimia berpendidikan terakhir adalah S-1 (Strata 1). 3 orang guru adalah alumni  Jurusan Pendidikan Kimia / S-1, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan. Dan 1 orang guru adalah alumni Jurusan Pendidikan Kimia/S-1, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Palembang  Sumatera Selatan.
Para guru Kimia juga tergabung dalam suatu perkumpulan guru-guru di Tebing Tinggi yakni MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Kimia sekota Tebing Tinggi,merupakan program wajib dari Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, dan aktif mengadakan pertemuan minimal 1 tahun 1 kali, berupa kegiatan DIKLAT dan pelatihan dalam kurun waktu 1 sampai 2 minggu. Sebagai fasilitator adalah pengawas mata pelajaran Kimia dan tim PMPTK Kepala Dinas Pendidikan Tebing Tinggi,juga instruktur dari LPMP     (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan ) Sumatera Utara.Guru Kimia SMK Negeri 2 Tebing Tinggi juga sering mengikuti kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) seperti : pelatihan, seminar, bedah buku, olimpiade guru Kimia tingkat kota, KTI (Karya Tulis Ilmiah) baik yang diadakan tingkat kota, provinsi sampai ke tingkat nasional, juga Guru Berprestasi (GUPRES)   baik tingkat kota,sampai ke tingkat provinsi.

Menurut penulis, para guru mata pelajaran Kimia di SMK Negeri 2 tebing Tinggi telah memenuhi keempat kriteria kompetensi guru tersebut.
3.4 Fasilitas SMK Negeri 2 Tebing Tinggi
SMK Negeri 2 Tebing Tinggi adalah Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Negeri pertama di kota Tebing Tinggi.Berdiri sejak Juni 2004, dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, yang kini telah berganti nama menjadi Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Tebing Tinggi. Dan mulai menerima siswa baru sejak Juli 2004 dengan angkatan pertama tahun ajaran 2004/2005 hingga sekarang.Sampai saat ini telah meluluskan 3 (tiga) angkatan yakni alumni pertama tahun 2007, alumni kedua tahun 2008,dan terakhir alumni ketiga tahun 2009,dengan jumlah total alumni keseluruhan sekitar 600 (enam ratus) orang. Saat ini para alumni banyak yang telah bekerja diberbagai perusahaan baik kecil maupun besar,baik tenaga honorer / pegawai tidak tetap,maupun pegawai tetap / pegawai negeri sipil, bahkan ada yang menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan mendirikan pelayanan jasa service alat-alat elektronik. Ada pula para alumni yang melanjutkan study ke Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta.
Sejalan dengan kebutuhan sumber daya manusia dalam menyikapi era globalisasi,pemerintah menetapkan bahwa disetiap daerah tingkat II / kabupaten / kota memiliki minimal satu sekolah bertaraf internasional untuk setiap jenjang pendidikan. Departemen Pendidikan Nasional telah meluncurkan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang merupakan cikal bakal Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). SMK Negeri 2 mulai tahun ini menjalani program RSBI akan berupaya keras untuk mewujudkan SMK Negeri 2 Tebing Tinggi menjadi SBI dengan menjalankan berbagai program pendidikan yang memiliki kompetensi berstandar internasional, seperti penerapan pembelajaran berbasis ICT, interaksi dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) menggunakan bahasa Inggris, soal Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester wajib menggunakan bahasa Inggris, mengadakan kegiatan Outdoor Project yakni pembelajaran dengan observasi lapangan dan study banding, juga mengadakan program pembinaan mental dan kegiatan alam seperti outbond, dan lain-lain.
Saat ini selain merupakan RSBI (Rintisan Sekolah  Bertaraf Internasional), SMK Negeri 2 Tebing Tinggi adalah salah satu sekolah pavorit di Kota Tebing Tinggi. Agar tercipta atmosfer akademik internasional peserta didik diharapkan memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik dan mampu mengoperasikan komputer yang merupakan pembelajaran berbasis ICT. Pada tahun 2008 mendapatkan Certified Management System DIN EN ISO 9001 2008 Cert No 01 100 086091.
Sarana dan prasarana yang tersedia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi adalah sebagai berikut:
-          Bangunan sekolah berupa ruang belajar permanen terdiri atas 22 ruang belajar yang masing-masing telah dilengkapi dengan peralatan multimedia, akses jaringan  internet  dan full AC, terdiri atas:
KELAS
JURUSAN
JUMLAH ROMBONGAN BELAJAR
JUMLAH SISWA
X
TEKNIK KOMPUTER JARINGAN
2 KELAS
@32 ORANG

RANGKAIAN PERANGKAT LUNAK
1 KELAS
     36 ORANG

AUDIO VIDEO
1 KELAS
     40 ORANG



TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK
1 KELAS
     36 ORANG

MEKANIK OTOMOTIF
2 KELAS
@32 ORANG
XI
TEKNIK KOMPUTER JARINGAN
2 KELAS
@31 ORANG

RANGKAIAN PERANGKAT LUNAK
1 KELAS
    32 ORANG

AUDIO VIDEO
1 KELAS
    32 ORANG

TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK
1 KELAS
    29 ORANG

MEKANIK OTOMOTIF
2 KELAS
@32 ORANG
XII
TEKNIK KOMPUTER JARINGAN
3 KELAS
@31 ORANG

RANGKAIAN PERANGKAT LUNAK
1 KELAS
    32 ORANG

AUDIO VIDEO
1 KELAS
    32 ORANG

TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK
1 KELAS
    27 ORANG

MEKANIK OTOMOTIF
2 KELAS
@32 ORANG

-         Laboratorium Komputer
-         Laboratorium Kimia
-         Laboratorium Bahasa dan Multimedia
-         Bengkel Otomotif
-         Perpustakaan
-         Koperasi
-         Ruang UKS atau Poliklinik Siswa
-         Ruang Bimbingan Konseling (BK)
-         Ruang Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
-         Ruang Presentasi dan Kreativitas
-         Ruang Data dan Pusat Informasi
-         Ruang kepala sekolah
-         Ruang 4 wakil kepala sekolah,yakni bidang : kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana dan hubungan masyarakat
-         Ruang Tata Usaha (TU)
-         Ruang guru
-         Ruang OSIS
-         Ruang KOMDIS / Komite Disiplin
-         Aula / Gedung Serba Guna
-         Kantin
-         Taman sekolah yang asri
-         Musholla
-         Lapangan bola kaki
-         Lapangan bola volley
-         Lapangan bola basket
-         Tenis meja
-         Akses Internet Broadband dengan jaringan LAN dan Wi-Fi (Hotspot)                    
4.Analisis Angket
No
Pertanyaan





1
Apakah anda berminat terhadap mata pelajaran Kimia?
Sangat berminat  8 orang 25%
Berminat
             
18 orang 56,25%
Cukup berminat 4 orang 12,5%
Kurang berminat  
2  orang 6,25%
Tidak berminat

0 orang             0%
2
Apakah sebelum mengajar materi pelajaran,guru menjelaskan tujuan dari pembelajaran tersebut dengan baik?
Sangat baik         4 orang 12,5%
Baik

 26 orang 81,25%
Cukup baik         2 orang 6,25% 
Kurang baik        

0 orang
0%
Tidak di jelaskan
 0 orang
0%
3
Apakah penjelasan materi pelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru sebelumnya?
Sangat sesuai
8 orang
25%
Sesuai

19 orang
59,38%
Cukup sesuai
5 orang
15,63%
Kurang sesuai

0 orang
0%
Tidak sesuai

0 orang
0%
4
Apakah penjelasan guru saat proses belajar mengajar dapat difahami dengan baik?
Sangat faham
14 orang
43,75%
Faham

12 orang
37,5%
Cukup

6 orang
18,75%
Kurang faham

0 orang
0%
Tidak faham

0 orang
0%
5
Seberapa sering guru bertanya kepada siswa saat pelajaran berlangsung?
Sangat sering
22 orang
68,75%
Sering

10 orang
31,25%
Cukup

0 orang
0%
Jarang

0 orang
0%
Sangat jarang

0 orang
0%
6
Seberapa sering siswa bertanya kepada guru saat pelajaran berlangsung?
Sangat
sering
6 orang
18,75%
Sering

18 orang
56,25%
Cukup

8 orang
25%
Jarang

0 orang
0%
Sangat
jarang
0 orang
0%
7
Jenis tugas apa saja yang sering diberikan oleh guru?
Tugas latihan
soal
26 orang
81,25%
Diskusi kelompok
2 orang
6,25%
Tugas makalah
2 orang
6,25%
Kemahiran TIK
1 orang
3,13%
Survey lapangan

1 orang
3,13%
8
Apakah tugas-tugas tersebut membantu penguasaan terhadap tujuan pembelajaran?
Sangat
Membantu
29 orang
90,63%
Membantu

3 orang
9,38%
Cukup

0 orang
0%
Kurang membantu
0 orang
0%
Tidak membantu
0 orang
0%
9
Apakah ada umpan balik terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh guru?
Dikoreksi
Dikemba likan dan dibahas / ada masukan


18 orang
56,3%
Dikoreksi
Dikemba likan tapi tidak dibahas / tidak ada masukan

9 orang
28,13%
Dikoreksi tetapi tidak dikemba likan



5 orang
15,63%
Dikembalikan tetapi tidak dikoreksi





0 orang
0%
Tidak dikoreksi dan tidak dikembalikan




0 orang
0%
10
Apakah penilaian yang diberikan oleh guru sesuai dengan tujuan pembelajaran?
Sangat sesuai
9 orang
28,13%
Sesuai

19 orang
59,38%
Cukup

4 orang
12,5%
Kurang
Sesuai
0 orang
0%
Tidak
Sesuai
0 orang
0%
           
Dari hasil angket yang dibagikan kepada siswa dan beberapa pertanyaan yang penulis ajukan langsung pada beberapa siswa yang diambil secara acak oleh penulis maka di dapat data sebagai berikut :
-          Siswa SMK Negeri 2 Tebing Tinggi Kelas XI Jurusan Audio Video (AV) tahun ajaran 2010/2011,  menyukai / berminat terhadap mata pelajaran Kimia dapat pula mengikuti dan memahami Kimia dengan baik.
-          Siswa bukan hanya menyukai mata pelajaran Kimia tetapi juga menyukai guru mata pelajarannya secara personal karena guru mata pelajaran tersebut penyampaian materinya mudah difahami, suara dan vokalnya jelas  saat menjelaskan materi pelajaran, humoris, bergaul dan dekat dengan siswa, bahkan siswa tidak sungkan sms atau sekedar menghubungi guru mata pelajaran Kimia tersebut dalam batas yang wajar dan sopan, bahkan guru tersebut juga tidak sungkan untuk bergabung dalam akun jejaring sosial siswanya, sekedar untuk mengetahui tentang sejauhmana aktifitas  dan perkembangan siswa diluar sekolah, sehingga siswa beranggapan bukan hanya sekedar guru tapi juga sahabat baik. Guru juga aktif dalam mengelola kelas dengan menggunakan media dan metode pembelajaran yang bervariasi, seperti : peta konsep, tabel, skema, permainan dalam pembelajaran seperti Teka-Teki Silang (TTS) Kimia, Kartu Unsur dan lambangnya, bahkan menyanyikan irama lagu-lagu baru yang sedang terkenal dan akrab dikalangan remaja saat ini, tentu saja dengan mengganti liriknya dengan materi Kimia yang sedang dipelajari.
-          Guru mata pelajaran Kimia menyampaikan tujuan pembelajaran dengan jelas disetiap awal pokok bahasan atau sub pokok bahasan.
-          Guru mata pelajaran Kimia menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dengan lugas dan jelas.
-          Guru mata pelajaran Kimia menjalaskan pembelajaran Kimia dengan baik, sesuai dengan kurikulum, silabus, dan indikator pencapaian yang disusun sendiri oleh guru bidang study yang bersangkutan  tertera dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP).Dan hubungan antara indikator dengan evaluasi / soal jelas terlihat.
-          Guru dapat merancang suatu sistem pembelajaran yang tepat untuk diberlakukan pada siswa. Dengan demikian diharapkan siswa memiliki pemahaman yang tuntas dan bermakna dalam pembelajaran Kimia, yang mana hasil pembelajaran tersebut akan memberikan kontribusi yang besar terhadap siswa dan ilmu Kimia yang akan dipelajari siswa selanjutnya.
-          Dengan kemajuan pesat teknologi saat ini, terutama untuk menghadapi siswa yang memang spesialisasinya adalah ICT seperti Audio Video (AV) seperti alat-alat elektronika, ternyata dapat diikuti oleh para guru khususnya guru mata pelajaran Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi, sehingga terjadi keseimbangan penguasaan teknologi yang dimiliki oleh guru dengan tuntutan teknologi yang dibutuhkan oleh dunia kerja, dan sangat besar pengaruhnya terhadap siswa-siswi SMK Negeri 2 Tebing tinggi dalam penerimaan dan penguasaan teknologi yang diberikan para guru.
5. Masalah pembelajaran di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi
Adapun permasalahan-permasalahan pembelajaran yang terdapat di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi adalah:
-          Ada hal yang tersirat meski tidak pernah tersurat, bahwa di dunia SMK, Kimia termasuk mata pelajaran adaptif.Kelompok mata pelajaran adaptif adalah kelompok mata pelajaran kelompok sekunder setelah kelompok mata pelajaran produktif, sehingga siswa lebih mengutamakan kelompok pelajaran produktifnya tersebut, yang relatif lebih signifikan korelasinya dengan jurusan yang ditekuninya.
-          Alat dan zat yang ada di laboratorium Kimia SMK Negeri 2 Tebing Tinggi sangat minim jenisnya dan relatif sedikit kuantitasnya. Tenaga laboran juga tidak ada,mengakibatkan bila praktikum dilaksanakan, guru terlalu sibuk untuk mempersiapkan alat dan bahan,sehingga praktikum jarang terlaksana.
-          Pada umumnya budaya di Indonesia, SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) adalah sekolah lanjutan tingkat atas yang seperti dinomor duakan setelah SMA (Sekolah Menengah Tingkat Atas). Sehingga anak-anak yang berasal dari kalangan ekonomi menengah apalagi atas, apalagi memiliki daya intelegensi atas mayoritas cenderung akan memilih SMA  dibandingkan akan memilih SMK.Kimia sebagai mata pelajaran yang memerlukan daya penalaran relative tinggi,akan sulit difahami oleh anak yang memiliki tingkat penalaran relatif rendah. Oleh karena itu, penting bagi seorang guru mata pelajaran Kimia di SMK untuk lebih kreatif dan mampu mengemas pembelajaran Kimia menjadi asyik dan menarik sehingga menyenangkan dan tidak membosankan.








D. KESIMPULAN
            Dari hasil penelitian yang diperoleh dari pengumpulan serta pengolahan data, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.     Dari hasil identifikasi materi ajar / bahan ajar yakni analisis terhadap kurikulum, silabus, dan perangkat pembelajaran guru mata pelajaran Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi adalah model yang telah dikembangkan dan disesuaikan dengan potensi sekolah dan kebutuhan daerah,sehingga dalam pelaksanaannya sedikit ditemukan kekurangan dan kelemahan yang terjadi dalam pembelajaran Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi.
2.     Dari hasil identifikasi pembelajaran terhadap strategi, metode mengajar dan kompetensi guru- guru mata pelajaran Kimia juga media yang sering digunakan guru dalam pembelajaran Kimia hampir tidak ada masalah,karena guru dapat merancang suatu sistem yang tepat untuk diberlakukan terhadap siswa. Hal ini juga karena kualifikasi para guru Kimia yang telah memenuhi standar yakni dengan pendidikan terakhir Sarjana Pendidikan Kimia,dan masing-masing juga pernah mandapat pemantapan berupa seminar atau pelatihan berbagai aspek  dibidang kependidikan dan tenaga kependidikan yang diadakan berbagai pihak baik pemerintah maupun swata. Dengan demikian diharapkan siswa memiliki pemahaman yang tuntas dan bermakna dalam pembelajaran Kimia, yang mana hasil pembelajaran tersebut akan memberikan kontribusi yang besar terhadap siswa dan ilmu Kimia yang akan dipelajari selanjutnya.












E.SARAN
            Saran yang dapat diberikan untuk peningkatan materi ajar / bahan ajar dan pembelajaran di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi adalah:
  1. Diharapkan Laboratorium Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi, terutama Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Tebing Tinggi  untuk melengkapi alat dan bahan dan dibuat sebuah lemari asam serta adanya 1 (satu) orang tenaga laboran di laboratorium SMK Negeri 2 Tebing Tinggi untuk menyiapkan alat dan bahan sebelum praktikum, sehingga melancarkan terlaksananya praktikum Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi.
  2. Dihimbau kepada para guru Kimia di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi untuk menyusun buku penuntun praktikum Kimia.
  3. Hendaknya pemerintah daerah maupun pemerintah pusat lebih aktif mensosialisasikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) sebagai sekolah lanjutan tingkat atas di Indonesia, dan mengembangkan berbagai program di SMK untuk memberikan stimulus agar dunia SMK tidak dinomor duakan sebagaimana fakta yang ada di lapangan saat ini, untuk mewujudkan slogan “SMK bisa!”.

  



DAFTAR PUSTAKA
Arikunto.S, 2003, Manajemen Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta

Departemen Pendidikan Nasional Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), 2006,Silabus Mata pelajaran Kimia untuk Sekolah Menengah dan Kejuruan, Jakarta

Djiwandono.S, 2002, Psikologi Pendidikan, Grasindo, Jakarta

Muslich,Masnur, 2006, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dasar Pemahaman dan Pengembangan, Bumi Aksara, Jakarta

Sagala. Syaiful, 2003, Konsep dan Makna Pembelajaran, Alfabeta, Bandung

Sihombing.B, 2009, Persepsi Guru Sains Kimia pada Program Sertifikasi Guru terhadap Kesiapan Di Sertifikasi dan Motif Berprestasi di Pemerintah Kota Pematang Siantar,Rangkuman Tesis Program Pascasarjana UNIMED, Medan

Slameto, 1988, Belajar dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhinya, Bina Aksara, Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar